Untuk kamu yang sedang melaju,
menjauh atau mendekat
Bandung, 23 Januari 2012Untuk alasan kamu aku berada disini dan untuk alasan kamu pula aku menulis surat ini. 3hari yang lalu selepas pulang kerja aku menjauh dari hiruk pikuk ibu kota. Apakabar kamu yang sedang dalam perjalanan? disini, langit siang rupanya tetap pada pendiriannya untuk terus menyampaikan dingin ke tanah lewat hujan yang kian menipis. Kota Kembang ini selalu membuatku kedinginan.
Seperti yang kamu tahu dari awal pertemuan, disinilah kota kelahiranku, dan sejak 24 tahun selam sejak aku dilahirkan, aku tidak pernah bertanya "kenapa aku di lahirkan di Kota ini?"
Semua yang terjadi belakangan kepada hubungan kita seolah menyudutkanku, kabarnya kota kelahiranku pun menjadi pilar besar penghalang cintamu kepadaku, sampai sekarang tidak tahu titik kesalahanku dimana.
Aku tidak pernah meminta dilahirkan dari rahim siapa, apalagi memilih di kota mana aku dilahirkan. Aku rasa kamupun (dan semua orang) sama demikian. Jikapun sekarang aku bertanya "kenapa" bukan berarti ada penyesalan atau menyalahkan keadaan, apalagi untuk menyalahkanmu tak ada sedikitpun dalam benakku.
Kamu yang sekarang sedang melaju entah mendekat atau menjauhiku, melalui surat ini aku hanya ingin memberi tahukan betapa aku bangga di lahirkan di Kota ini dan memang demikian adanya yang tertuang di akta kelahiranku sejak 1988 silam.
Sekian.
Titip cinta untukmu lewat dinginnya kota kembangku.
---

tulisannya indah & mengharukan banget
ReplyDelete