Aku merasa pertemuan sore ini adalah
pertemuan kita terakhir, entah apa yang membuat keyakinan itu menjadi semakin
dalam, sejauh ini aku masih punya keyakinan yang sama. Kamu tahu, aku ingin
keyakinan itu berubah dan aku merasa kamulah yang punya kekuatan untuk meminta hal
tersebut kepada Tuhan, bagaimana?
Angin, Senja, gedung-gedung
pencakar langit, senyummu bersama deraan sinar matahari berbias orange, itu
menjadi serangkaian sesuatu yang aku suka.
Alunan melodi tentang cinta –jatuh-
cinta kemudian berselang dengan lagu patah hati, apakah cinta demikian adalanya
seperti kita? Aku tenggak lagi minuman yang segaja aku pesan dua gelas. Sayangnya
aku hanya bisa mengabadikan potret itu dalam benak saja. Tak apa. Aku
menyukainya, (masih) menyukaimu maksudku. Tapi tidak harus aku katakan
berulang-ulang lagi kepadamu bukan?
Banyak sekali kalimat tanya
menggantung begitu saja bersama harapan yang sudah kita tinggalkan sejak malam
itu. Apapun yang keluar dari mulutmu memang seolah bukan jawaban kataku,
padahal bukan begitu, aku hanya sedang melawan arusku, pikirku begitulah caraku
menguatkanmu dan sekaligus melemahkanku. Melawan semua yang kamu sebut suatu
saat akan kumengerti dan sampai sekarang aku belum bisa mengerti. Nampak sekali
aku begitu bodoh dengan semua ketulusanku.
Diam-diam aku mencari sepotong
cinta di kedua bola matamu yang kamu lindungi lewat lensa bening itu. Masih ada
menurutku, tapi melemah.
Ada pembelaan?
Aku tahu, kamu akan tetap diam
dan pasrah.
Andai aku bisa menangis lagi di
pundak itu. Pundak yang bukan milikku lagi.
Andai aku masih bisa menggenggam
tangan itu. Tangan yang bukan milikku lagi.
Aku sudah utuh mengembalikan
semua yang dulu milikku, kalau begitu kapan kamu kembalikan separuh hati yang
pernah kamu curi? Aku tidak bisa hidup lama jika setiap langkahku harus dengan
setengah hati, itu membuat sesak. Kapan? Jangan terlalu lama, waktu tidak
sedang bermanja-manja menunggu keragu-raguanmu lagi.
Setiap malam do’aku masih sama,
aku tidak ingin membencimu dengan cinta.
(catatan penutup malam di hari sabtu, 12 Februari 2012)
<....>



