Ingatanku kini tentangmu dan gerimis, ternyata kamu itu sosok yang tak suka berkendara saat gerimis dan memilih loncat-loncat kecil memegang payung didalam gelap.
Ingin rasanya bertanya, apa yang ada dipikiranmu saat itu? Sepertinya kamu menikmati bersama senyuman yang kadang merekah dan pudar. Apa ada aku melintas dalam benakmu, mungkin membayangkan aku yang mengikuti setiap loncatan kecilmu. Ah...tentu saja mungkin tidak!
Saat sampai tujuan dan naungan atap kamupun berdiri disampingku, boleh aku simpulkan dalam setiap loncatanmu tadi terus berdo’a dan berharap segera sampai ke tempat dimana aku berdiri? Tentu saja aku tidak sampaikan harapan itu kepadamu.
Aku sempat berpikir kalau payungmu adalah harta yang benar-benar kamu jaga, rupanya pikiranku salah, kamu menyerahkannya padaku, boleh aku mempunyai pikiran bahwa kamu takut rambutku ternoda air hujan?
Sayang kita tidak loncat-loncat kecil bersama dalam genangan air hujan dalam satu payung.
Hanya itu yang hari ini aku ingat tentangmu, dan besok aku lebih berharap melupakanmu saja.
...
