aku menemukan surat yang ditulis sekitar 10thn yang lalu oleh Alm. Mamah untuk suaminya (Papah ku), ketika mereka terpisah kota, Mamah yang harus menjalani pengobatan kanker-nya di luar kota, dan Papah menjaga kami (bertiga) di rumah.Untuk mengenang cinta dan kebahagiaan mereka, yang menjadikan aku (dan adik-adik ku) sampai ke dunia ini.
[Yogyakarta, 10 Juli 2002]
Suamiku....terimakasih yah kejutan suratnya yang terselip dan itu membuat terharu dan tangisan yang rasanya begitu Lies bahagia dan bangga padamu dan kebaikanmu selama ini & mudah-mudahan Lies sebagai istri bisa seperti apa yang diharapkan suaminya. Amin.
Suamiku tsy...apa yang terjadi pada kita atas kehendak-Nya, mari kita hadapi bersama-sama agar beban yang terasa berat ini hilang dan mampu kita tepiskan bersama...berdo’alah selalu dan memohon ampunan-Nya atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dahulu dan semoga kita tidak mengulanginya lagi.
Suamiku...aku begitu bahagia sekali hidup sama kamu selama ini atas kekurangan dan kelebihanmu begitu juga sebaliknya mudah-mudahan do’a kita tercapai dan apa yang terjadi ini bisa cepat kita selesaikan.
Suamiku...jaga anak-anak kita..buah hati cinta kita berdua...dan aku selalu yakin kebahagiaan selalu bersama kita.
Ach..dah dulu yah..sun sayang juga untuk anak-anak tolong sampai-in.
Wasalam
Cinta
***
"aku selalu bangga dengan cinta dan ketulusan mereka. Terima kasih Tuhan mereka orang tua yang sempurna bagiku"
No comments:
Post a Comment