Wednesday, January 18, 2012

(05) Surat untuk suami

aku menemukan surat yang ditulis sekitar 10thn yang lalu oleh Alm. Mamah untuk suaminya (Papah ku), ketika mereka terpisah kota, Mamah yang harus menjalani pengobatan kanker-nya di luar kota, dan Papah menjaga kami (bertiga) di rumah.

Untuk mengenang cinta dan kebahagiaan mereka, yang menjadikan aku (dan adik-adik ku) sampai ke dunia ini.

[Yogyakarta, 10 Juli 2002]
Suamiku....terimakasih yah kejutan suratnya yang terselip dan itu membuat terharu dan tangisan yang rasanya begitu Lies bahagia dan bangga padamu dan kebaikanmu selama ini & mudah-mudahan Lies sebagai istri bisa seperti apa yang diharapkan suaminya. Amin.
Suamiku tsy...apa yang terjadi pada kita atas kehendak-Nya, mari kita hadapi bersama-sama agar beban yang terasa berat ini hilang dan mampu kita tepiskan bersama...berdo’alah selalu dan memohon ampunan-Nya atas dosa-dosa yang telah kita perbuat dahulu dan semoga kita tidak mengulanginya lagi.
Suamiku...aku begitu bahagia sekali hidup sama kamu selama ini atas kekurangan dan kelebihanmu begitu juga sebaliknya mudah-mudahan do’a kita tercapai dan apa yang terjadi ini bisa cepat kita selesaikan.

Suamiku...jaga anak-anak kita..buah hati cinta kita berdua...dan aku selalu yakin kebahagiaan selalu bersama kita.
Ach..dah dulu yah..sun sayang juga untuk anak-anak tolong sampai-in.

Wasalam
 Cinta

***

"aku selalu bangga dengan cinta dan ketulusan mereka. Terima kasih Tuhan mereka orang tua yang sempurna bagiku"

No comments:

Post a Comment