Kalian, aku tahu dalam keadaan
baik, surat ini aku tulis saat kalian terlelap disampingku, wajah kalian nampak
lelah tapi bahagia,aku perhatikan wajah kalian satu persatu. Seharian kalian
lebih banyak dengan tertawa seolah tanpa masalah dan beban padahal terkadang
kalian menangis jika tetangga kita itu normalnya kabuh, Hahaha..tetangga memang
normalnya ngomel-ngomel jadi kalau dia baik, kita sebut tidak normal. Jadi ini
yang jahat sebenarnya siapa coba?
Tidak usah bingung kenapa aku
menulis surat ini untuk kalian “2kurcaciku” dievent #30harimenulissuratcinta
ini, alasannya sederhana karena aku sayang kalian. Kalian menyayangiku juga
bukan? Ingat tidak harapan kita, sesuatu saat kelak, mungkin kita akan hidup
masing-masing dan kita selalu berharap cerita kita ini akan dikenang suatu saat
pas waktunya tiba. Tentu saja ini kenangan yang lucu dan menyenangkan.
Aku sendiri lupa, sejak kapan
kalian ngenggapku Ibu disini, kesannya memang terlihat tua sekali aku ini,
padahal kita cuma terpaut usia 4-6 tahun bukan? Ketika aku lelah, kalian lah
obatnya yang bisa bikin aku tertawa lagi, liat kalian bercanda atau berantem
kecil sesaat sebelum tertidur itu moment yang menyenangkan walaupun terkadang
tangan kalian mengenai tubuhku (terpukul) karena bercanda berlebihan, tapi tak
apa. Itu bukan masalah besar.
Oh iya, Aku justru yang belajar
banyak dari kalian, terima kasih yaa. Aku belajar lebih wise. Walaupun
belakangan ini aku sering menasehati kalian, tapi itu sebenarnya buat
mengingatkanku juga, iya..jaga diri kalian dan aku selalu mengingatkan kalian
jangan sampai melukai hati orang yang kalian cintai dan yang mencintai kalian (dalam
hal ini pacar kalian misalnya), supaya kalian mengerti betul apa itu menghargai
cinta. Jangan berbicara kasar. Hubungan kalian akan terasa lebih nyaman
nantinya. Sama halnya ke orang tua kalian yang sebenarnya. Hehehe.
Aku berusaha bijaksana dihadapan
kalian supaya kelak aku bisa benar-benar menjadi orang yang bijaksana.
Dear @SitiFatimahs19,
Hei kamu, kaka...yang lagi dilema
karena sedang merasa titik jenuh dalam hubungan percintaan, itu hanya ujian dan
itu wajar, setiap hubungan pasti akan mengalami itu, berhasil tidaknya melewati
ujian itu, tergantung kaliannya. Aku harap apapun yang terjadi itu yang
terbaik, coba diingat masa-masa menyenangkan antara kalian, jangan selalu
menggagungkan ego, tidak baik. Belajar sedikit demi sedikit yuk..
Terus jangan jadi seorang
pendendam yah, Tuhan Maha adil, aku sedih melihtmu sakit sampai masuk UGD kaya
tempo lalu itu. Orang yang jahat kepada kita tidak harus dibalas dengan
kejahatan. Oke!
Sukses yaah..
Dear @dinotfitrianii,
Hei kamu, ade...Gadis ceria dan
centil..luar biasa sekali, awalnya aku sendiri tidak mengangka kamu itu bisa
kuat ngehadapin masalah, aku tahu itu. Awalnya aku fikir kamu hanya gadis manja,
tapi ternyata tidak. Pertahankan yah..dan maaf aku selalu mengingatkan mu
ketika di luar rumah untuk tidak terlalu centil, hahaha..aku harap kamu tidak
tersingung, tidak bermaksud apa-apa.
Bagaimana hubungan percintaanmu?
Aku pikir baik-baik saja, soalnya kamu tidak lari ke ketiakku dan merengek.
Hubungan jarak jauh itu terkadang lebih berkualitas loh..setidaknya terhindar
tuh dari dosa, iya tidak? jangan terlalu suka melarang hobby si Pacar, kita
cukup ingatkan saja karena pacar jua tidak selalu benar. Satu lagi jangan
panggil pacar dengan bahasa kasar ah..nanti terbiasa loh sampai tua, tidak mau
kan? Oke..
