Sunday, February 05, 2012

(23) 2 kurcaci

Kalian, aku tahu dalam keadaan baik, surat ini aku tulis saat kalian terlelap disampingku, wajah kalian nampak lelah tapi bahagia,aku perhatikan wajah kalian satu persatu. Seharian kalian lebih banyak dengan tertawa seolah tanpa masalah dan beban padahal terkadang kalian menangis jika tetangga kita itu normalnya kabuh, Hahaha..tetangga memang normalnya ngomel-ngomel jadi kalau dia baik, kita sebut tidak normal. Jadi ini yang jahat sebenarnya siapa coba?

Tidak usah bingung kenapa aku menulis surat ini untuk kalian “2kurcaciku” dievent #30harimenulissuratcinta ini, alasannya sederhana karena aku sayang kalian. Kalian menyayangiku juga bukan? Ingat tidak harapan kita, sesuatu saat kelak, mungkin kita akan hidup masing-masing dan kita selalu berharap cerita kita ini akan dikenang suatu saat pas waktunya tiba. Tentu saja ini kenangan yang lucu dan menyenangkan.
Aku sendiri lupa, sejak kapan kalian ngenggapku Ibu disini, kesannya memang terlihat tua sekali aku ini, padahal kita cuma terpaut usia 4-6 tahun bukan? Ketika aku lelah, kalian lah obatnya yang bisa bikin aku tertawa lagi, liat kalian bercanda atau berantem kecil sesaat sebelum tertidur itu moment yang menyenangkan walaupun terkadang tangan kalian mengenai tubuhku (terpukul) karena bercanda berlebihan, tapi tak apa. Itu bukan masalah besar.
Oh iya, Aku justru yang belajar banyak dari kalian, terima kasih yaa. Aku belajar lebih wise. Walaupun belakangan ini aku sering menasehati kalian, tapi itu sebenarnya buat mengingatkanku juga, iya..jaga diri kalian dan aku selalu mengingatkan kalian jangan sampai melukai hati orang yang kalian cintai dan yang mencintai kalian (dalam hal ini pacar kalian misalnya), supaya kalian mengerti betul apa itu menghargai cinta. Jangan berbicara kasar. Hubungan kalian akan terasa lebih nyaman nantinya. Sama halnya ke orang tua kalian yang sebenarnya. Hehehe.
Aku berusaha bijaksana dihadapan kalian supaya kelak aku bisa benar-benar menjadi orang yang bijaksana.
Hei kamu, kaka...yang lagi dilema karena sedang merasa titik jenuh dalam hubungan percintaan, itu hanya ujian dan itu wajar, setiap hubungan pasti akan mengalami itu, berhasil tidaknya melewati ujian itu, tergantung kaliannya. Aku harap apapun yang terjadi itu yang terbaik, coba diingat masa-masa menyenangkan antara kalian, jangan selalu menggagungkan ego, tidak baik. Belajar sedikit demi sedikit yuk..
Terus jangan jadi seorang pendendam yah, Tuhan Maha adil, aku sedih melihtmu sakit sampai masuk UGD kaya tempo lalu itu. Orang yang jahat kepada kita tidak harus dibalas dengan kejahatan. Oke!
Sukses yaah..

Hei kamu, ade...Gadis ceria dan centil..luar biasa sekali, awalnya aku sendiri tidak mengangka kamu itu bisa kuat ngehadapin masalah, aku tahu itu. Awalnya aku fikir kamu hanya gadis manja, tapi ternyata tidak. Pertahankan yah..dan maaf aku selalu mengingatkan mu ketika di luar rumah untuk tidak terlalu centil, hahaha..aku harap kamu tidak tersingung, tidak bermaksud apa-apa.
Bagaimana hubungan percintaanmu? Aku pikir baik-baik saja, soalnya kamu tidak lari ke ketiakku dan merengek. Hubungan jarak jauh itu terkadang lebih berkualitas loh..setidaknya terhindar tuh dari dosa, iya tidak? jangan terlalu suka melarang hobby si Pacar, kita cukup ingatkan saja karena pacar jua tidak selalu benar. Satu lagi jangan panggil pacar dengan bahasa kasar ah..nanti terbiasa loh sampai tua, tidak mau kan? Oke..
Sukses yah...

-----


@hurufkecil terima kasih, aku tahu kamu akan menyampaikan ini kepada mereka.


Thursday, February 02, 2012

(20) Pangeran Kodok Lt.3


Dear Kodok,

Hei pangeran kodok? Sehat? Ini surat kedua yang aku tulis buatmu di #30harimenulissuratcinta, bukan tanpa alasan kenapa aku menulis ini untukku, nanti aku jelaskan satu persatu dan ada cerita yang mau aku bagi (lagi) kepadamu.
Dari data statistik blogku, surat yang banyak diminati untuk dibaca orang adalah surat pertamaku kepadamu, tidak tahu kenapa, mungkin mereka sama sepertiku sedang mencari “pangeran kodok” ah..tentu saja pangeran kodok yang mereka maksud berbeda dengan pangeran kodok yang aku tuju disini, yaitu kamu.
Kemudian aku ingin berterima kasih kepada @hurufkecil, Tuhan menunjuk dia menjadi pelantara kita, benar yah kita sebagai manusia terkadang lupa bahwa setiap langkah kita pasti ada campur tangan Tuhan, kita kadang baru tersadar ketika kita mendapat kebahagiaan atau misalnya terjebak di dalam situasi yang sebenarnya sudah lama kita inginkan padahal sebelumnya kita selalu berpikir tidak mungkin, tapi kemudian terkabul. Nah...kan jadinya berbunga-bunga. Kita Jadi kamupun harus berterima kasih kepada tukang posku itu dan bersyukur kepada Tuhan tentu saja, kamu bersedia?
Aku ingat sekali saat aku tulis surat pertama itu, aku merindukanmu yang sudah tidak pernah bertemu, yah..walaupun saat itu aku hanya mengakuinya sedikit saja, aku pikir aku orang yang tak pandai menghitung kadar rindu. Profesi kita ini yang selalu menciptakan jarak dalam arti sebenarnya.
Tak lama dari surat pertama itu kita bertemu, bertemu denganmu di siang boong seminggu yang itu menurutku sebuah keajaiban, aku ingat betul suaramu diujung telepon dengan nada menggebu-gebu meminta ku menunggu di landai dasar dan amu hendak turun dari singgasanamu Lt.3, akhirnya kamu mengetahui bahwa Tuhan mengijinkan aku untuk berada di suatu tempat yang sama denganmu, mungkin disini memang kerajaanmu Pangeran.
Tentu saja aku tidak menciummu supaya kamu berubah jadi pangeran tampan saat itu, karena memang kamu bukan pangeran kodok yang berwujud kodok yang akan berubah tampan setelah dicium seorang Puteri, aku hanya seorang temanmu yang sering kamu panggil Puteri Manis. Jangankan mencium kamu, kita itu bersentuhan saja tidak pernah, karena memang seharusnya tidak boleh nanti Tuhan marah, iya kan?
Temanku,
Ah..iya, ada yang aku lupakan saat itu, mengenai kotak pandora aku tidak menanyakannya kepadamu, aku pikir waktunya memang belum tepat untuk itu, aku masih dalam keadaan terluka, apalagi setelah kamu menanyakan kabar tentang temanmu itu kepadaku, aku berharap kamu dapat menyimpulkan sesuatu dari jawabanku saat itu, bahwa aku tidak begitu berkenan kamu menyebut namanya, lukaku belum sembuh dan dengan mendengar namanya dari mulutmu serasa ketumpahan air garam, perih.
Temanku,
Aku tahu kamu tidak suka aku bersedih, secantik apapun kalau bersedih pasti jadi jelek. Itu katamu. Aku tidak mau menjadi jelek. Satu lagi, aku juga sudah tidak mau jadi Puteri Manis, aku mau jadi diri sendiri saja, tapi pertemanan kita masih akan semanis dulu.

Kapan kamu memperkenalkan calon Puteri mu yang sesungguhnya kepadaku? Semoga perempuan manis yang sering memperhatikanmu itu yang akan mendampingimu sampai hari tuamu, sampai kamu sudah tidak menjadi pangeran sekalipun. Sepertinya dia periang dan baik, aku sendiri menyukai kepribadiannya. Dia lucu kaya anak ayam dan sepertinya dia juga pecinta anak ayam, bukan begitu? Salam buat perempuan itu yah dan tolong jangan tanyakan dulu keberadaan temanmu. Hatiku cukup besar buat menyembunyikan sekaligus membiarkannya tidak bisa keluar dari hatiku. Kamu percaya kepadaku bukan? Kami hanya sedang dapat sedikit ujian.
Aku berterima kasih kepada Ibu-ibu warteg tempat dimana kamu selalu makan, dia rupanya merawatmu dengan baik, kamu sedikit gemukan.
Selamat tanggal 02.02.2012 yah.