Thursday, January 19, 2012

(06) Guru titipan Tuhan

Kepada :
  1. Amarah yang memaksaku tersenyum
  2. Waktu yang terus meggoda
  3. Tangan yang bisa memeluk untuk kemudian melepaskannya

Aku belajar hal baru tanpa harus menjadi selain aku, kamu yang sedang menjelma menjadi guru titipan Tuhan, yang kadang aku anggap kurang bijaksana, Selamat Siang!

Apa pelajaran hari ini? atau kamu mau menagih jawaban atas tugas yang kamu beri tempo lalu? Aku sudah siapkan dalam kertas putih bergaris, aku jawab dengan panjang lebar tanpa berbicara, sepertinya itu akan lebih membuatmu nyaman dalam mengoreksinya.

Aku juga tidak ikut sertakan air mata, nanti kertasnya robek dan aku tampak buruk rupa jika semalaman menangis, paginya saat aku terbangun mataku seperti mata monster. Sedangkan aku harus berbaik hati kepada mata supaya beruntung menjalani godaanmu yang lain saat bekerja demi selembar atau puluhan lembar uang. Ini juga sebuah kewajiban yang harus aku lalui dengan mengikutsertakan suka dan cinta, hei..tidak usah cemburu yah kamu!

Wahai amarah, waktu dan tangan...aku tidak menyalahkanmu, aku hanya berharap bisa tersenyum tanpa menyembunyikan amarah, bisa menggunakan waktu untuk mencintai dan dicintai, bisa menggunakan tangan untuk memeluknya ketika merindu, bukan ketika kamu memaksaku berpisah dengannya.

Mengertilah, aku dan dia hanya sedang berproses belum ada pengharapan apapun, kecuali saling menyempurnakan. Bukankah itu suatu keindahan?
amarah, surat ini bukan untuk mengusirmu, aku hanya butuh sedikit pengertianmu.

waktu, surat ini bukan untuk membunuhmu hinga berhenti berputar, aku hanya ingin menikmatimu bersamanya.

tangan, surat ini bukan untuk menjadikanmu lumpuh, mati rasapun tak boleh, aku ingin jarinya masuk ke jarimu hingga hangat..bukankah kamu mencintai "cinta"?

Bagaimana dengan jawaban-jawabanku? aku "lulus"?

<3

No comments:

Post a Comment