Saturday, January 14, 2012

(01) Menemui Mamah

Dear Malaikat Cantikku,


Aku tau, Mamah disana selalu melihatku, memperhatikanku dan aku kadang bisa merasakan pelukanmu ketika aku ketiduran di sofa tanpa selimut.

Mamah, sini aku bisikan sesuatu! ...aku merindukanmu. Merindukanmu memanggilku dengan panggilan sayangmu, "Khasih".

Mamah, ini aku, anakmu yang dulu masih lugu dan pasti katamu aku anak perempuan paling cantik di dunia ini. Iya bukan? dan aku sekarang sudah Dewasa (setidaknya itu kata Papah).

Percakapan kami tadi malam Mah, kata Papah "Anakku sekarang menangis, menangis karena pria, tapi pria itu bukan aku, itu tandanya anakku sudah Dewasa, tapi itu tidak menutup rasa kekhawatiranku terhadapmu".

Iya, aku menangis untuk yang kusebut sebagai cinta. Tapi apa pantas dia "cinta" ketika membuatku menangis Mah?

Aku merindukanmu Mah, rasanya aku ingin ketempatmu saja, tapi aku ini masih lemah, aku diuji Tuhan untuk seperti inipun sudah sangat rapuh. Ajari aku ketegaran seperti mu ketika 8th yang lalu Mamah begitu tegar menghadapi semua, bahkan menghadapi kehilangan nyawa sendiripun. Ajari aku Mah...

Aku ingin dewasa dan tak membuat Papah khawatir lagi.



#30harimenulissuratcinta

No comments:

Post a Comment