Sunday, January 15, 2012

(02) Pangeran Kodok

Dear freak,

Apa kabar ya kamu?

Sengaja aku awali dengan kalimat pertama klasik yang slalu ada dalam setiap surat, lama sekali aku tak berjumpa denganmu di dunia nyata maupun maya. Sepertinya memang kita terbiasa dengan jarak walaupun kita duduk bersebelahan. Kita sama-sama pecinta keyboard kan? jadi cukup jari kita yang tahu indahnya rasa ketika menari liar diatasnya.

Aku bukan tanpa alasan menulis surat ini, boleh lah sedikit rindu aku sisipkan tapi -maaf- aku lebih penasaran dengan kejadian tempo lalu. Iya aku sedang bermasalah dengan temanmu sekarang, kalau kamu mau tau, ini pasti sia-sia karena biasanya kamu membela temanmu itu, bukan aku. Padahal aku temanmu juga.

Aku mengingat soal "kotak pandora" yang kamu simpan dan selalu melarangku untuk membukanya, hei..apa kamu tau..aku selalu penasaran dan kamu selalu bilang suatu saat aku akan mengerti dan tahu sendiri. Aku tahu sekarang isi kotak pandora itu. Ini memang tebakanku saja sebenarnya, tapi dari dulu aku selalu mempercayai feeling-ku sendiri.

Ah..iya kini aku menyadari bahwa kamu lebih bijaksana dari temanmu itu. Asal kamu tahu dia yang menyia-nyiakanku bukan aku yang mengkhianatinya. sungguh. kenapa kamu tak memberi tahuku soal ini. Kamu berfikir temanmu itu berbeda nasib denganmu ya?
Hei..pangeran kodok! kemana saja dirimu, lama tak menagih senyum kepadaku, iya sih temanmu itu selalu membuatku tersenyum bahkan tertawa, tapi....ah..lain kali kalau aku bertemu denganmu aku ceritakan semuanya isi dari "kotak pandora" itu.

Ini menyakitkan, pangeran kodok!



#30harimenulissuratcinta

No comments:

Post a Comment