Tidak harus semua kemestraanku sama Tuhan kamu ketahui bukan?
Cukup kamu tau, namamu pernah ku sebut dihadap-Nya.
aku, kamu, mereka (dia) yang ada dipikiranku...dan mungkin hanya sebuah khayalan tentang cinta&benci, tentang awal&akhir, tentang...?
Thursday, September 15, 2011
Sunday, September 04, 2011
septemberku
Kamu itu "Septemberku"
kenapa? jangan tanya kenapa!
aku mau, kamu jadi "Septemberku"
iya, mulai sekarang kamu "Septemberku"
hai kamu, iya.. kamu... "Septemberku" aku mencintaimu..
kenapa? jangan tanya kenapa!
aku mau, kamu jadi "Septemberku"
iya, mulai sekarang kamu "Septemberku"
hai kamu, iya.. kamu... "Septemberku" aku mencintaimu..
senja
sore itu dia mengajarkan ku mencintai senja... "senja segeralah pergi " aku meneriakan kebohongan kali ini...
di sudut taman sebuah objek wisata...
dia menyambut tanganku..
aku : apakabar?
dia : baik, kamu gimana? sendirian?
aku : aku baik, iya sendiri...
dia : kapan yah terakhir kita ketemu?
aku : dua tahun yang lalu
dia : ingatanmu masih bagus, atau sengaja dihitung?
aku : ---terdiam, bingung---
dia : siapa nama pacarmu? sudah lama kalian berhubungan? sudah dikenalin ke keluarga?
aku : ---pertanyaannya begitu bertubi-tubi--- belom ---ntah ini untuk pertanyaan yang mana--- kapan kamu menikah? ---tanpa basa basi---
dia : belom ada rencana, liat aku, masih begini-begini aja kan? kalaupun dia memaksa buru-buru aku akan menyuruh dia mencari penggantiku.
aku :---bernafas lega---
dia : kamu?
aku : aku? belom tau, tapi mengingat umur aku udah deg-degan sih..takut ketuaan...bagaimana kalau pacarmu tau kita bertemu sore ini?
dia : aku ngga tau
aku : dia temanku aku ga mau ada salah paham, kita tidak berbuat apa-apa bukan? kita sudah tidak ada apa-apa..
dia : yakin tidak ada apa-apa? bagaimana kalau ..... eehhmm ... takdir ini bisa berubah bukan? aku ngga tau jodohku siapa, gimana kalau kamu?
aku : aku bukan masa depan, aku masa lalu.
dia : masih mau kembali ke masa lalu? kalau saja dulu kamu tidak mengakhiri semua, aku yakin kita masih akan baik-baik saja, 8tahun yang lalu.. aku rasa....
aku : jurus jitu itu selalu sama, kata "kalau saja aku..." iya itu salahku, tidak mungkin Tuhan yang salah bukan?
dia : jangan nangis, atau masih mau berlama-lama dengan sore?
aku : pulang saja...pulang..aku yakin aku mau pulang...
di sudut taman sebuah objek wisata...
dia menyambut tanganku..
aku : apakabar?
dia : baik, kamu gimana? sendirian?
aku : aku baik, iya sendiri...
dia : kapan yah terakhir kita ketemu?
aku : dua tahun yang lalu
dia : ingatanmu masih bagus, atau sengaja dihitung?
aku : ---terdiam, bingung---
dia : siapa nama pacarmu? sudah lama kalian berhubungan? sudah dikenalin ke keluarga?
aku : ---pertanyaannya begitu bertubi-tubi--- belom ---ntah ini untuk pertanyaan yang mana--- kapan kamu menikah? ---tanpa basa basi---
dia : belom ada rencana, liat aku, masih begini-begini aja kan? kalaupun dia memaksa buru-buru aku akan menyuruh dia mencari penggantiku.
aku :---bernafas lega---
dia : kamu?
aku : aku? belom tau, tapi mengingat umur aku udah deg-degan sih..takut ketuaan...bagaimana kalau pacarmu tau kita bertemu sore ini?
dia : aku ngga tau
aku : dia temanku aku ga mau ada salah paham, kita tidak berbuat apa-apa bukan? kita sudah tidak ada apa-apa..
dia : yakin tidak ada apa-apa? bagaimana kalau ..... eehhmm ... takdir ini bisa berubah bukan? aku ngga tau jodohku siapa, gimana kalau kamu?
aku : aku bukan masa depan, aku masa lalu.
dia : masih mau kembali ke masa lalu? kalau saja dulu kamu tidak mengakhiri semua, aku yakin kita masih akan baik-baik saja, 8tahun yang lalu.. aku rasa....
aku : jurus jitu itu selalu sama, kata "kalau saja aku..." iya itu salahku, tidak mungkin Tuhan yang salah bukan?
dia : jangan nangis, atau masih mau berlama-lama dengan sore?
aku : pulang saja...pulang..aku yakin aku mau pulang...
senja berlalu..padahal aku mulai mencintai senja...
Subscribe to:
Posts (Atom)