Friday, December 09, 2011

Bendera putih yang kemarin aku kibarkan sebagai bentuk perdamaian kepada keadaan, masih aku pertahankan. Semata hanya demi menjaga nafasmu yang mulai berhembus normal, walaupun disini (ku tunjuk hatiku) ada perang yang tak henti, bernegosiasi dengan diri sendiri itu jauh lebih merepotkan.

Aku tidak akan menghentikan perjalanan yang sudah sangat jauh ini, yah..walaupn tujuan itu belum terlihat, aku pikir jika berhentipun akan menunjukkan sebuah kesalahan baru yang semakin jelas memperlihatkan kebodohan diri. Berhenti saja salah apalagi mundur bukan? Manusia macam apa aku ini yang slalu mengeluh dan menyerah? Mungkin begitu kata Tuhan.

Ini mungkin terdengar munafik, tidak aku tidak bermaksud seperti itu, akupun tidak memaksa hatiku yang mudah pecah untuk selalu tegar, aku akan biarkan air mata mengalir terus menerus jika itu dianggap perlu. Seperti sore ini.

hei, kamu pemilik sebuah hati yang berhasil aku curi, aku masih disini memegang keyakinanmu dan keyakinan yang aku titipkan kepada Tuhan. Semoga tidak mengecewakan.

No comments:

Post a Comment