Sunday, September 04, 2011

senja

sore itu dia mengajarkan ku mencintai senja... "senja segeralah pergi " aku meneriakan kebohongan kali ini...

di sudut taman sebuah objek wisata...

dia menyambut tanganku..

aku : apakabar?
dia : baik, kamu gimana? sendirian?
aku : aku baik, iya sendiri...
dia : kapan yah terakhir kita ketemu?
aku : dua tahun yang lalu
dia : ingatanmu masih bagus, atau sengaja dihitung?
aku : ---terdiam, bingung---
dia : siapa nama pacarmu? sudah lama kalian berhubungan? sudah dikenalin ke keluarga?
aku : ---pertanyaannya begitu bertubi-tubi--- belom ---ntah ini untuk pertanyaan yang mana--- kapan kamu menikah? ---tanpa basa basi---
dia : belom ada rencana, liat aku, masih begini-begini aja kan? kalaupun dia memaksa buru-buru aku akan menyuruh dia mencari penggantiku.
aku :---bernafas lega---
dia : kamu?
aku : aku? belom tau, tapi mengingat umur aku udah deg-degan sih..takut ketuaan...bagaimana kalau pacarmu tau kita bertemu sore ini?
dia : aku ngga tau
aku : dia temanku aku ga mau ada salah paham, kita tidak berbuat apa-apa bukan? kita sudah tidak ada apa-apa..
dia : yakin tidak ada apa-apa? bagaimana kalau ..... eehhmm ... takdir ini bisa berubah bukan? aku ngga tau jodohku siapa, gimana kalau kamu?
aku : aku bukan masa depan, aku masa lalu.
dia : masih mau kembali ke masa lalu? kalau saja dulu kamu tidak mengakhiri semua, aku yakin kita masih akan baik-baik saja, 8tahun yang lalu.. aku rasa....
aku : jurus jitu itu selalu sama, kata "kalau saja aku..." iya itu salahku, tidak mungkin Tuhan yang salah bukan?
dia : jangan nangis, atau masih mau berlama-lama dengan sore?
aku : pulang saja...pulang..aku yakin aku mau pulang...

senja berlalu..padahal aku mulai mencintai senja...

No comments:

Post a Comment